Assalamualaikum Wr Wb
Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri saya yang
selanjutnya nanti juga akan saya perkenalkan dan jelaskan salah satu tokoh
yang menginspirasi saya di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta. Perkenalkan
nama saya Dimas Wisnu Adjie, saya berasal dari Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Saya
sekarang berumur 19 tahun dan sedang melakukan study di Lembaga Pendidikan
Perkebunan Yogyakarta dengan mengambil jurusan D3 – Teknik Kimia. Alhamdulillah
saya masuk di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta melalui jalur beasiswa
kampus berkat piagam perhargaan juara bulutangkis ketika masih duduk di bangku
SMK. Dimana dulu saya berasal dari SMK Gula Rajawali Madiun yang merupakan satu
– satunya SMK yang bermuatan lokal gula. Mungkin demikian sekilas perkenalan
saya, kemudian saya akan memperkenalkan salah satu tokoh yang menginspirasi saya
ketika saya di Yogyakarta tepatnya di Lembaga Pendidikan Perkebunan.
Adapun berikut identitas dari salah satu tokoh yang
menginspirasi saya :
Beliau merupakan salah satu mahasiswa dari Lembaga
Pendidikan Perkebunan Yogyakarta yang berasal dari D3 – Teknik Kimia juga,
tetapi beliau sebagai kakak tingkat saya yaitu tepatnya sekarang beliau semester
IV. Beliau sekarang berusia 24 tahun dan berasal dari Banyuwangi, dimana
sekarang beliau tinggal di Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, D.I Yogyakarta. Nama beliau yaitu Khodim Alwi Hasan. Beliau saya jadikan salah satu
tokoh yang menginspirasi saya karena beliau merupakan seorang tokoh yang sangat
cerdas, dimana dalam kata lain cerdas ini melambangkan beliau yang sangat cerdas atau baik dalam memenejemen dirinya sendiri terutama waktu yang menurut beliau “Waktu adalah
uang” dan “Tidak boleh sedikit pun terbuang sia – sia tanpa ada manfaat sekecil
pun”. Menurut beliau, "waktu adalah uang" inilah yang menjadikan saya sangat
menginspirasi beliau dimana kegiatan beliau selain ngampus dipagi sampai sore
tetapi beliau juga dapat membelajari
putra/putri orang lain (ngelesi) serta beliau juga mempunyai bisnis yaitu
sekarang jual resoles dan jajan lain. Dimana beliau awalnya tinggal di
Yogyakarta (merantau) sejak kurang lebih 2 tahun sebelum menjadi mahasiswa,
dimana beliau ikut orang atau tetangga di banyuwangi yang bertempat tinggal di Yogyakarta.
Awalnya beliau merantau ke Yogyakarta kira – kira tahun
2014 dengan tujuan ingin mengikuti seleksi menjadi salah satu anggota
kepolisian, dimana selama 2 tahun beliau bekerja keras melalui latian fisik
rutin serta menjadi buruh atau dalam arti lain patuh terhadap orang tua baru beliau
di Yogyakarta. Tetapi dengan latian rutin setiap hari mungkin belum jalan
beliau untuk menjadi salah satu anggota kepolisian yang beliau harapkan karena gagal seleksi pada tahap sipencatar. Tetapi hal tersebut tidak membuat beliau
putus asa yang dibuktikan dengan beliau mengikuti seleksi kembali di tahun 2015
dan berlatih lebih keras lagi. Hasilnya mungkin kurang memuaskan bagi beliau
sehingga beliau kedua kalinya gagal dalam seleksi tahap sipencatar. Selanjutnya
beliau tidak putus asa tetapi beliau memutuskan untuk melanjutkan study di
Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta dan hingga saat ini. Pada proses study
beliau di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta beliau melakukan pembayaran
mulai dari SPP serta Uang Gedung Kampus menggunakan uang pribadi beliau yang
berasal dari bisnis beliau yang dulu jualan jus buah di kampus sambil
membimbing atau membelajari putra/putri orang lain (ngelesi). Tetapi beliau
sekarang berhasil membuka les privat di rumah sendiri dengan nama “Alwi Private”
serta beliau juga mempunyai bisnis dengan menerima pesanan jajan mulai dari
resoles, piscok, tahu tuna hingga cireng. Hal ini lah yang membuatku kagum
dengan manajemen beliau mulai dari diri sendiri hingga waktu beliau yang bener –
bener bermanfaat serta inilah salah satu alasan saya juga yang menjadikan beliau seperti
kakak kandung ku sendiri di Yogyakarta sekaligus memilih sebagai tokoh yang
menginspirasi saya.
Mungkin sekilas tokoh di sekitar yang telah
menginspirasi hidup saya, kurang dan lebihnya saya Dimas Wisnu Adjie
mengucapkan banyak – banyak mohon maaf, dan terima kasih atas perhatiaannya.
Wassalamualaikum Wr Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar