Kamis, 01 Maret 2018

Tokoh yang Menginspirasi


Assalamualaikum Wr Wb

Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri saya yang selanjutnya nanti juga akan saya perkenalkan dan jelaskan salah satu tokoh yang menginspirasi saya di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta. Perkenalkan nama saya Dimas Wisnu Adjie, saya berasal dari Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Saya sekarang berumur 19 tahun dan sedang melakukan study di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta dengan mengambil jurusan D3 – Teknik Kimia. Alhamdulillah saya masuk di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta melalui jalur beasiswa kampus berkat piagam perhargaan juara bulutangkis ketika masih duduk di bangku SMK. Dimana dulu saya berasal dari SMK Gula Rajawali Madiun yang merupakan satu – satunya SMK yang bermuatan lokal gula. Mungkin demikian sekilas perkenalan saya, kemudian saya akan memperkenalkan salah satu tokoh yang menginspirasi saya ketika saya di Yogyakarta tepatnya di Lembaga Pendidikan Perkebunan.

Adapun berikut identitas dari salah satu tokoh yang menginspirasi saya :
Beliau merupakan salah satu mahasiswa dari Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta yang berasal dari D3 – Teknik Kimia juga, tetapi beliau sebagai kakak tingkat saya yaitu tepatnya sekarang beliau semester IV. Beliau sekarang berusia 24 tahun dan berasal dari Banyuwangi, dimana sekarang beliau tinggal di Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, D.I Yogyakarta. Nama beliau yaitu Khodim Alwi Hasan. Beliau saya jadikan salah satu tokoh yang menginspirasi saya karena beliau merupakan seorang tokoh yang sangat cerdas, dimana dalam kata lain cerdas ini melambangkan beliau yang sangat cerdas atau baik dalam memenejemen dirinya sendiri terutama waktu yang menurut beliau “Waktu adalah uang” dan “Tidak boleh sedikit pun terbuang sia – sia tanpa ada manfaat sekecil pun”. Menurut beliau, "waktu adalah uang" inilah yang menjadikan saya sangat menginspirasi beliau dimana kegiatan beliau selain ngampus dipagi sampai sore tetapi beliau juga dapat membelajari putra/putri orang lain (ngelesi) serta beliau juga mempunyai bisnis yaitu sekarang jual resoles dan jajan lain. Dimana beliau awalnya tinggal di Yogyakarta (merantau) sejak kurang lebih 2 tahun sebelum menjadi mahasiswa, dimana beliau ikut orang atau tetangga di banyuwangi yang bertempat tinggal di Yogyakarta.

Awalnya beliau merantau ke Yogyakarta kira – kira tahun 2014 dengan tujuan ingin mengikuti seleksi menjadi salah satu anggota kepolisian, dimana selama 2 tahun beliau bekerja keras melalui latian fisik rutin serta menjadi buruh atau dalam arti lain patuh terhadap orang tua baru beliau di Yogyakarta. Tetapi dengan latian rutin setiap hari mungkin belum jalan beliau untuk menjadi salah satu anggota kepolisian yang beliau harapkan karena gagal seleksi pada tahap sipencatar. Tetapi hal tersebut tidak membuat beliau putus asa yang dibuktikan dengan beliau mengikuti seleksi kembali di tahun 2015 dan berlatih lebih keras lagi. Hasilnya mungkin kurang memuaskan bagi beliau sehingga beliau kedua kalinya gagal dalam seleksi tahap sipencatar. Selanjutnya beliau tidak putus asa tetapi beliau memutuskan untuk melanjutkan study di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta dan hingga saat ini. Pada proses study beliau di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta beliau melakukan pembayaran mulai dari SPP serta Uang Gedung Kampus menggunakan uang pribadi beliau yang berasal dari bisnis beliau yang dulu jualan jus buah di kampus sambil membimbing atau membelajari putra/putri orang lain (ngelesi). Tetapi beliau sekarang berhasil membuka les privat di rumah sendiri dengan nama “Alwi Private” serta beliau juga mempunyai bisnis dengan menerima pesanan jajan mulai dari resoles, piscok, tahu tuna hingga cireng. Hal ini lah yang membuatku kagum dengan manajemen beliau mulai dari diri sendiri hingga waktu beliau yang bener – bener bermanfaat serta inilah salah satu alasan saya juga yang menjadikan beliau seperti kakak kandung ku sendiri di Yogyakarta sekaligus memilih sebagai tokoh yang menginspirasi saya.


Mungkin sekilas tokoh di sekitar yang telah menginspirasi hidup saya, kurang dan lebihnya saya Dimas Wisnu Adjie mengucapkan banyak – banyak mohon maaf, dan terima kasih atas perhatiaannya.

Wassalamualaikum Wr Wb    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar