Senin, 26 Maret 2018

Motivasiku


Assalamualaikum Wr Wb

Disni saya Dimas Wisnu Adjie yang merupakan salah satu mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta tepatnya di prodi D3 – Teknik Kimia. Saya  akan menceritakan alasan yang bisa mendorong untuk mengikuti program studi di Politeknik LPP Yogyakarta,  dimana sebelum saya masuk ke Politeknik LPP Yogyakarta saya belajar di SMK Gula Rajawali Madiun yang merupakan satu -  satunya SMK yang berbasis gula di Indonesia. Dari sekolah saya yang di SMK Gula iniah saya berkeinginan untuk kedepannya bisa masuk dan membantu mensukseskan dunia perkebunan terutama pada tebu dalam proses produksi gula di Indonesia. Dengan keinginan saya yang kedepannya ingin masuk dalam dunia perkebunan inilah membuat salah satu daya dorong saya melanjutkan belajar di Politeknik LPP Yogyakarta yang merupakan kampus yang fokus di bidang perkebunan. Kemudian saya mengambil prodi D3-Teknik Kimia sendiri karena awalnya dulu saya sudah mengambil jurusan kimia industri ketika di SMK Gula Rajawali Madiun sehingga dengan saya mengambil  D3-Teknik Kimia akan lebih memudahkan dan membantu saya untuk lebih fokus dalam bidang ini yang merupakan bidang berkaitan dengan proses atau bidang pengolahan (pabrikasi) pada proses produksi gula (chemiker gula). Oleh karena itu dengan saya melanjutkan belajar di  Polieknik LPP Yogyakarta maka terdapat beberapa target untuk kedepannya, dimana target saya kedepannya antara lain bertekad lulus dengan waktu yang tepat atau yang telah ditentukan (3 tahun), selain itu juga bertekad untuk lulus dari Politeknik LPP Yogyakarta dengan ada yang khusus atau dalam artian terbaik dari yang terbaik. Lalu target lainnya yaitu bertekad untuk dapat segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai atau bekerja di dunia  perkebunan agar dapat membatu mensukseskan dunia perkebunan Indonesia terutama pada komoditas tebu setelah lulus dari Politeknik LPP Yogyakarta.

Adapun dalam mencapai beberapa target saya ketika selama belajar dan setelah lulus dari Politeknik LPP Yogyakarta terdapat cara mencapainnya yaitu dengan selalu giat dalam mengikuti belajar setiap harinya. Selain itu juga tidak lupa selalu berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa dalam lindungan-Nya serta dimudahkan dalam segala halnya. Serta tak lupa juga saya perlu mengasah soft skill dengan mengikuti atau aktif dalam berorganisasi di dalam maupun luar kampus, karena soft skill inilah yang juga sangat diperlukan dalam dunia perkebunan. Oleh karena itulah sangat diperlukan manajemen waktu yang baik karena setiap senin – jumat mulai pagi hingga sore saya belajar di kampus dan juga belum kegiatan lain di luar kampus. Dengan adanya target dan cara mencapainnya saya juga terdapat tujuan yaitu untuk dapat membanggakan kedua orang tua yang menjadi tujuan utama serta membantu memudahkan prospek saya kedepannya. Selain itu dalam melakukan semua itu saya juga harus bisa mengambil konsekuensinya dimana saya harus dipaksa harus disiplin dalam segala hal, terutama untuk waktu. Dimana waktu belajar antara di Politeknik LPP Yogyakarta dengan kampus lain terutama negeri sangat berbeda karena pada Politeknik LPP Yogyakarta yang cenderung menerapkan sistem kejar paket dengan per semester tedaapat 14 pertemuan dengan pengecualian boleh tidak masuk 2 kali pertemuan saja. Selain itu juga di Politeknik LPP Yogyakarta yang setiap setelah semester genap terdapat PKL (Praktek Kerja Lapangan) sehinggga terdapat 3 kali PKL selama belajar di Politeknik LPP Yogyakarta, sehingga dapat menyita waktu libur saya. Maka dari itu saya harus bisa mengatur waktu dengan sebaik - baiknya dan juga merelakan sesuatu kesenangan sesaat di masa muda ini.

Sekian yang bisa sampaikan mungkin kurang dan lebihnya saya mohon maaf sebesar – besarnya, dan saya ucapkan terima kasih. Adapun saran dan kritik dari temen – temen sangat dibutuhkan untuk dapat lebih baik kedepannya.

Wassalamualaikum Wr Wb

Kamis, 08 Maret 2018

Resume Materi I


Assalamualikum Wr Wb

Setelah sebulumnya saya berbagi informasi mengenai tokoh di sekitar saya yang menginsprirasi selanjutnya saya akan membagi resume tentang konsep diri yang positif. Adapun konsep diri merupakan cara seseorang dalam memandang diri sendiri secara utuh. Dimana cara memandang diri sendiri ini dipengaruhi oleh 3 hal yang meliputi lingkungan sekitar, bagaimana cara beliau atau diri sendiri di asuh waktu kecil hingga dewasa, serta pengalaman – pengalaman hidup yang pernah dirasakan.

Daerah Terbuka
Daerah Buta
Daerah Tersembunyi/Tertutup
Daerah Gelap/Misteri

Menurut seorang tokoh atau ahli psikolog dapat diketahui 4 daerah atau bisa disebut jendela dalam mengetahui konsep diri secara positif, yang meliputi sebagai berikut :

1. Daerah Terbuka, dimana daerah ini dapat diketahui bahwa kita mengenal diri sendiri mulai dari kekuatan maupun kelemahan tetapi juga orang lain dapat mengetahui itu. Contohnya: Apabila kita mempunyai kekuatan atau kelemahan justru kita cenderung menunjukannya oleh orang lain sehingga orang lain dapat mengetahui semua tentang kita.

2. Daerah Tertutup, dimana daerah ini cenderung hanya kita yang dapat mengenali diri sendiri mulai dari kekuatan hingga kelemahan tanpa orang lain dapat mengetahui hal ini. Contohnya: Apabila kita mempunyai kelemahan tetapi tidak terlihat langsung oleh orang lain jadi kita sembunyikan atau hanya diri kita yang mengetahuinya.

3. Daerah Buta, dimana daerah ini merupakan kebalikan dari daerah terbuka yaitu pada daerah ini cenderung orang lain dapat mengetahui kekuatan ataupun kelemahan kita tetapi kita tidak mengetahui hal tersebut dalam diri kita. Contohnya : Seperti, orang lain dapat mengetahui bahwa diri kita adalah rajin belajar, padahal kita sendiri tidak mengetahui atau tidak merasa bahwa diri kita ini rajin belajar.

4. Daerah Gelap/Mistis, dimana daerah ini sering disebut daerah yang bener – bener terjadi karena diluar kendali (mistis) karena pada daerah ini kita tidak dapat mengenali diri sendiri serta orang lain pun tidak dapat mengenali atau mengetahuinya. Contohnya; Apabila kita terlalu banyak beban/pikiran (strees) maka akan terjadi hal yang tidak dapat diduga bisa terjadi atau dilakukan oleh kita.

Adapun beberapa hal sikap yang menunjukkan konsep diri positif yaitu sebagai berikut :
1. Berpikir positif dalam segala urusan.
2. Dapat mengatasi segala masalah dengan baik.
3. Berbuat adil terhadap orang lain, seperti dapat menerima pujian atau kritikan dari orang lain.

Serta untuk contoh sikap yang tidak menjukkan konsep diri positif yaitu sebagai berikut :
1. Selalu berpikiran negatif terhadap perilaku orang lain.
2. Merasa tidak disukai oleh orang lain, seperti merasa tidak mempunyai teman
3. Merasa bisa sendiri, bersikap sombong terhadap orang lain atau tidak mau membantu atau menolong orang lain.

Sekian yang bisa saya bagikan, semoga dapat bermanfaat bagi teman - teman yang telah mengunjungi akun ini. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf sebesar - besarnya.

Wassalamualaikum Wr Wb

Kamis, 01 Maret 2018

Tokoh yang Menginspirasi


Assalamualaikum Wr Wb

Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri saya yang selanjutnya nanti juga akan saya perkenalkan dan jelaskan salah satu tokoh yang menginspirasi saya di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta. Perkenalkan nama saya Dimas Wisnu Adjie, saya berasal dari Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Saya sekarang berumur 19 tahun dan sedang melakukan study di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta dengan mengambil jurusan D3 – Teknik Kimia. Alhamdulillah saya masuk di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta melalui jalur beasiswa kampus berkat piagam perhargaan juara bulutangkis ketika masih duduk di bangku SMK. Dimana dulu saya berasal dari SMK Gula Rajawali Madiun yang merupakan satu – satunya SMK yang bermuatan lokal gula. Mungkin demikian sekilas perkenalan saya, kemudian saya akan memperkenalkan salah satu tokoh yang menginspirasi saya ketika saya di Yogyakarta tepatnya di Lembaga Pendidikan Perkebunan.

Adapun berikut identitas dari salah satu tokoh yang menginspirasi saya :
Beliau merupakan salah satu mahasiswa dari Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta yang berasal dari D3 – Teknik Kimia juga, tetapi beliau sebagai kakak tingkat saya yaitu tepatnya sekarang beliau semester IV. Beliau sekarang berusia 24 tahun dan berasal dari Banyuwangi, dimana sekarang beliau tinggal di Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, D.I Yogyakarta. Nama beliau yaitu Khodim Alwi Hasan. Beliau saya jadikan salah satu tokoh yang menginspirasi saya karena beliau merupakan seorang tokoh yang sangat cerdas, dimana dalam kata lain cerdas ini melambangkan beliau yang sangat cerdas atau baik dalam memenejemen dirinya sendiri terutama waktu yang menurut beliau “Waktu adalah uang” dan “Tidak boleh sedikit pun terbuang sia – sia tanpa ada manfaat sekecil pun”. Menurut beliau, "waktu adalah uang" inilah yang menjadikan saya sangat menginspirasi beliau dimana kegiatan beliau selain ngampus dipagi sampai sore tetapi beliau juga dapat membelajari putra/putri orang lain (ngelesi) serta beliau juga mempunyai bisnis yaitu sekarang jual resoles dan jajan lain. Dimana beliau awalnya tinggal di Yogyakarta (merantau) sejak kurang lebih 2 tahun sebelum menjadi mahasiswa, dimana beliau ikut orang atau tetangga di banyuwangi yang bertempat tinggal di Yogyakarta.

Awalnya beliau merantau ke Yogyakarta kira – kira tahun 2014 dengan tujuan ingin mengikuti seleksi menjadi salah satu anggota kepolisian, dimana selama 2 tahun beliau bekerja keras melalui latian fisik rutin serta menjadi buruh atau dalam arti lain patuh terhadap orang tua baru beliau di Yogyakarta. Tetapi dengan latian rutin setiap hari mungkin belum jalan beliau untuk menjadi salah satu anggota kepolisian yang beliau harapkan karena gagal seleksi pada tahap sipencatar. Tetapi hal tersebut tidak membuat beliau putus asa yang dibuktikan dengan beliau mengikuti seleksi kembali di tahun 2015 dan berlatih lebih keras lagi. Hasilnya mungkin kurang memuaskan bagi beliau sehingga beliau kedua kalinya gagal dalam seleksi tahap sipencatar. Selanjutnya beliau tidak putus asa tetapi beliau memutuskan untuk melanjutkan study di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta dan hingga saat ini. Pada proses study beliau di Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta beliau melakukan pembayaran mulai dari SPP serta Uang Gedung Kampus menggunakan uang pribadi beliau yang berasal dari bisnis beliau yang dulu jualan jus buah di kampus sambil membimbing atau membelajari putra/putri orang lain (ngelesi). Tetapi beliau sekarang berhasil membuka les privat di rumah sendiri dengan nama “Alwi Private” serta beliau juga mempunyai bisnis dengan menerima pesanan jajan mulai dari resoles, piscok, tahu tuna hingga cireng. Hal ini lah yang membuatku kagum dengan manajemen beliau mulai dari diri sendiri hingga waktu beliau yang bener – bener bermanfaat serta inilah salah satu alasan saya juga yang menjadikan beliau seperti kakak kandung ku sendiri di Yogyakarta sekaligus memilih sebagai tokoh yang menginspirasi saya.


Mungkin sekilas tokoh di sekitar yang telah menginspirasi hidup saya, kurang dan lebihnya saya Dimas Wisnu Adjie mengucapkan banyak – banyak mohon maaf, dan terima kasih atas perhatiaannya.

Wassalamualaikum Wr Wb